Senin, 30 Maret 2015

Let's Go Tambora



The Greatest Crater in Indonesia
'Taman Nasional Tambora'

At the edge of Tambora Caldera
 http://mapcarta.com/Mount_Tambora/Gallery

Gunung Tambora bukan saja terkenal dengan kedahsyatan letusannya pada tahun 1815 tapi juga dengan julukan 'The Greatest Crater in Indonesia' (Kawah Terbesar di Indonesia) akibat dari adanya letusan terdahsyat di dunia terkenal dengan The Largest Volcanic Eruption in History. Selain itu disamping pesona Teluk Saleh dengan Pulau Moyonya di belahan Barat, Pulau Satonda di belahan Utara, Padang Savana di belahan Selatan, Bukit Kedindi di belahan Timur, keindahan Gunung Tambora lainnya adalah padang pasir luas di sepanjang bibir kawah yang ditumbuhi bunga Edelweiss kerdil sekitar 0,5 meter sampai 1,5 meter dengan jarak masing-masing berjauhan sekitar dua meter sampai 100 meter.




Juga adanya keindahan batuan-batuan berlapis dan pada bagian atasnya datar seperti meja, lapisan batuan sepanjang tebing kawah yang berlapis-lapis dengan pemandangan kawah, lautan,  padang pasir luas yang indah. Menjadikan Gunung Tambora termasuk salah satu gunung yang indah di Indonesia, dengan ketinggian hanya 2.851 mdpl (meter di atas permukaan laut) mampu memikat hati para pendaki dengan pesona alamnya yang sangat unik.
 http://wisatantb2012.blogspot.com

 Lebar kawah Gunung Tambora 7 km (tujuh kilometer), keliling kawah 16 kilometer, dan kedalaman kawah dari puncak sampai dasar kawah kedalaman 800 meter, sehingga kawah Gunung Tambora terkenal dengan The Greatest Crater in Indonesia (Kawah Terbesar di Indonesia) dengan fenomena alam yang menakjubkan.
 https://www.google.com




Selasa, 17 Maret 2015

Taman Nasional Tambora

Welcome To Tambora



 Acara peringatan 2 Abad meletusnya gunung Tambora ‘ Tambora Menyapa Dunia’ dan Tambora menjadi Taman Nasional adalah kesempatan emas bagi masyarakat  Nusa Tenggara Barat dalam mempromosikan ke-indahan dan ke-elokan ‘potensi sda dan sdm’ daerah Dompu dan Bima di mata dunia, disamping tak kalah fungsinya sebagai daerah Kawasan konservasi ‘Cagar Alam, Suaka Margasatwa dan Taman Buru’ Gunung Tambora dengan bentang lahan yang sangat luas yang memiliki keragaman jenis tumbuhan , menjadikan  kawasan konservasi Gunung Tambora  serta memiliki peran strategis sebagai sistem penyangga kehidupan untuk menjamin keberlangsungan fungsi ekologi pada kawasan tersebut.
mbojodompu-community.blogspot.com


Kawasan konservasi Gunung Tambora ditumbuhi berbagai jenis kelasifikasi tumbuhan, seperti herba (Lepidagathis eucephala, Achyranthes bidentata, Colocasia gigantea, Dichrocephala chrysanthemifolia dan lainnya. Potensi satwa, kawasan konservasi Gunung Tambora juga merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa mulai dari klas primata, klas reptil klas mamalia hingga klas aves/burung seperti Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea). Jumlah jenis burung yang telah teridentifikasi pada tahun 2012 sebanyak 43 jenis di mana beberapa jenis di antaranya merupakan jenis dilindungi dan satu jenis burung endemik Nusa Tenggara Barat.
 
Bentang lahan kawasan Gunung Tambora terdiri atas beberapa gugusan gunung, antara lain Gunung Tambora (2.851 mdpl), Gunung Ranu (1.128 mdpl), Gunung Lambubu (1.120 mdpl), Gunung Mbolo (1.180 mdpl), Gunung Peke (1.000 mdpl), Gunung Kancidong (950 mdpl), Gunung Tabbenae (833 mdpl), Gunung Donggo Tabbe (572 mdpl) dan Gunung Kadindingnae (505 mdpl). 
 
Gugusan gunung tersebut membentuk sungai-sungai yang berhulu di Gunung Tambora. Sungai tersebut antara lain sungai Labuhan Kenanga, Sungai Pasumba, Sungai Labuhan Bili, Sungai Nangamiro, Sungai Hodo dan Sungai Maggae. 
 
Dengan status ‘Taman Nasional’  Tambora akan menjadi ‘kawasan terpadu’ mencakup Cagar alam 23.840.81 hektare, suaka margasatwa 21.674.68 hektare, dan taman buru 26.130,25 hektare yang sangat bermanfaat bagi kepentingan pariwisata di Dumpu dan Bima dan perbaikan ekonomi masyarakat di segala bidang.

Sabtu, 14 Maret 2015

Top Of Tambora

Ketika Anda berdiri di puncak Gunung Tambora maka akan mendapati pemandangan kawah, padang pasir, samudera lautan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Kelelahan, keletihan dan perjuangan berhari-hari untuk menuju puncak hanya dapat terbayarkan dengan kepuasan batin sebagai pengalaman yang amat berarti seumur hidup n citra pesona alam yang hanya diperoleh dengan mendaki ke Tambora. Ada bukit kecil tandus menjulang di sisi barat kawah Tambora dimana itulah puncak Tambora saat letusan pada 1815.
Pada zona puncak ini permukaan tanahnya ditutupi kerikil dan tonggak batu setinggi setengah meter sebagai tanda ketinggian 2.722 m dari Gunung Tambora saat ini. Dari sini kita dapat menikmati panorama yang menakjubkan antara lain di  sebelah utaranya tampak Laut Flores dan Pulau Satonda yang indah dan unik karena terdapat danau jernih dikelilingi tebing-tebing perbukitan. Dan anda dapat arahkan pandangan dengan leluasa dari sini dimana selain kawah di sebelah baratnya, terlihat pula  pucuk Gunung Rinjani yang menyembul diselimuti awan
Suber :
2 Abad Tambora Menyapa Dunia.
Pos dan Jalur pendakian Gunung Tambora _ Bandung123.com

Selasa, 10 Maret 2015

MENUJU PUNCAK TAMBORA




Our Address :
 Jl. Amir Hamzah No. 11 Karang Sukun – Mataram, Lombok 83121, NTB Indonesia
P : 0370 639444 / 081 76639444
M : nikatourstravel@gmail.com

Pertama, dengan  menggunakan pesawat ke Bandara ‘Sultan Salahudin Bima’, dari BIL “Lombok” selama 35 menit anda sampai di Bima kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Cabang Banggo Dompu selama 2 jam sekitar kurang lebih 60 km, selanjutnya menuju Desa Pancasila di belahan Barat Gunung Tambora  menghabiskan waktu sekitar 4 jam perjalanan.

Kedua,  dengan mobil dari Mataram ke Kayangan Port dan lintas ke Alas dengan Kapal /Ferry ke Pototano Port kemudian ke Cabang Banggo Kabupaten Dompu  menuju Desa Pancasila sekitar +/- 14 jam.

Tahun 2015 Tambora Menyapa Dunia - Kompas.com

Untuk menuju ke Gunung Tambora ada 3 titik konsentrasi desa-desa sekitar lereng Gunung Tambora. Di timur adalah Desa Sanggar, ke arah laut adalah Desa Doro Peti dan Desa Pesanggrahan, dan di barat adalah Desa Calabai.
Melakukan pendakian ke Gunung Tambora disarankan melalui jalur resmi, yaitu melewati  ‘Calabai’  Dusun Pancasila yang relatif lebih aman. Anda dapat menggunakan kendaraan dari Cabang Banggo (Mbanggo) di Kabupaten Dompu, dengan jarak tempuh kurang lebih selama tiga (3)  jam perjalanan . Berikutnya dapat menginap di basecamp milik Bapak Saiful Bahri ,
                                                                         
guide dari K-PATA & TAMBORA TREKKING CENTRE Dusun Pancasila Desa Tambora Kec. Pekat Kab.Dompu, untuk pendakian ke Gunung Tambora.

Pos V – Kawah/SUMMIT ‘2851 M’ (3,5 jam).
Hutan Tropis dengan vegetasi Edelweis dan gurun
Pos IV - Pos V ‘2080 m’ (2 jam)
Hutan Tropis

Pos III - Pos IV ‘1900 m’ (1,5 jam)
Hutan Tropis

Pos II - Pos III ‘1600 M’ (2,5 jam)
Hutan tropis di seluruh langsung ke Pos II, ada mata air

Pos I - Pos II ‘1280 M’ (2 jam)
Pos II- di sana kita akan menemukan sungai kecil
Pancasila Village - Pos I ‘1200 M’ (3,5 jam)
Di Pos I, ada basecamp dan mata air


POS pendakian Gunung Tambora
Dusun Pancasila
                                                                                                                                                                               
.                                  
Perjalanan dari Dusun Pancasila menuju ke Pos I  ditempuh selama 3,5 jam yang mana di Pos I ‘1200M’  ada basecamp dan sumber mata  air, dari Pos I perjalanan menuju ke Pos II dapat di tempuh selama 2 jam. Berikutnya dari Pos II ‘1280M’ melanjutkan perjalanan ke Pos III  melalui hutan lebat selama 2,5 jam. Di Pos III ‘1600M’ dapat juga mengambil air sebagai bekal perjalanan selanjutnya. Dari Pos III menuju ke Pos IV ‘1900M’ ditempuh selama 1,5jam, kemudian dari Pos IV menuju ke Pos V, ‘2080M’ ditempuh selama 2 jam. Dari Pos V menuju Puncak  SUMMIT, ‘2851M’ ke bibir kawah Tambora dapat ditempuh selama 3,5 jam, di sinilah akan Anda dapati vegetasi bunga edelweiss sebagaimana habitatnya

Mencapai Puncak, menikmati terbitnya Matahari, menikmati suasana alami dan beragam margasatwa terutama rusa, babi hutan, sapi liar, kerbau, monyet, landak, biawak, musang, kura-kura, dan juga berbagai jenis burung seperti kakaktua kepala putih, nuri merah, ayam hutan, elang, dan gagak dan sebagainya

 


***
Sunting-sunting sumber , tambora 'internet'.